Kepemimpinan dan Seni
Sejarah merupakan pelajaran yang sangat besar dan berarti bagi proses perjalanan suatu bangsa. Momen-momen yang terjadi pada sejarah telah membuktikan bahwa pilar-pilar bangsa yang merupakan kunci bagi peradaban bangsa dapat terpecah belah, dan tentunya akan mengakibatkan sulitnya bangsa ini untuk memiliki martabat yang dihargai oleh bangsa lain. Contoh nyata yang terjadi adalah saat terjadinya bentrokan antara mahasiswa dan militer sekitar tahun 70-an yang disebabkan oleh masalah kecil yang memicu permasalahan lebih besar.
Lalu apa yang menyebabkan bentrokan tersebut dapat terjadi?
Sifat kedewasaan dan kepemimpinan adalah sifat yang tidak dimiliki oleh sebagian dari bangsa ini, sehingga hal-hal kecil yang mengakibatkan masalah besar cenderung sering terjadi.
Pemimpin adalah bagaimana cara untuk memimpin diri sendiri agar mampu dipimpin oleh komitmen yang telah dibuat. Pemimpin adalah orang yang senantiasa mendengarkan dengan khidmat pada setiap focus yang dibuatnya, terutama menyangkut hal-hal kecil yang mungkin hanya dianggap kecil oleh orang lain. “Dalam setiap pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir.”
“jika kamu berlindung dibalik kayu besar dan kayu tersebut ditembak, maka kamu akan terkena tusukan peluru yang tajam oleh senjata yang kuat. Namun jika kamu berlindung dibalik lumpur, maka lumpur itu akan menahanmu dari serangan peluru tajam tersebut. Oleh karena itu jangan pernah menganggap remeh lumpur yang kotor dan lembab tersebut.”
Pemimpin dapat diciptakan dengan membawanya dalam kesepakatan pada komitmen, dan tidak pada situasi yang membuatnya taat pada seseorang atau system. Dengan kata lain tidak boleh menciptakan follower, namun ciptakanlah orang yang mau dipimpin.
Setiap manusia akan berguna di segala waktu dan kondisi terkait dengan fungsi kepemimpinannya. Pemimpin tidak berorientsi pada hasil, namun pada proses yang realitanya akan terlihat di masa depan. Pemimpin adalah orang yang senantiasa menempa diri dan akan tercermin dari pandangannya.
Perhatikan apa yang terjadi, dengarkan yang diucapkan, rasakan lingkungan sekitar kita, dan lakukan apa yang harus kita berikan untuk umat manusia.
Disarikan dari materi dialog tokoh
Bersama “Abah Iwan”
PPSDMS Reg.II Bandung
2 Comments »
Leave a Reply
-
Archives
- January 2010 (2)
- October 2009 (3)
- April 2009 (2)
- March 2009 (1)
- January 2009 (1)
- November 2008 (1)
- October 2008 (1)
- September 2008 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
lanjutkan dan!
we.. beuraatt
*dan tukeran link yaa hehe