Sektor Energi Indonesia ; Antara Egoisme dan Nalar
Sektor energi merupakan sektor kunci dalam peradaban manusia. Sejak beratus-ratus tahun yang lalu manusia membutuhkan dan menggunakan energi dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Energi matahari sebagai sumber energi utama pun sudah digunakan manusia ketika zaman primitive secara alami dengan kemampuan seadanya. Kegiatan sehari-hari manusia selalu bersentuhan dengan bagaimana ia dapat mengolah makanan, membuat peralatan-peralatan sederhana, dan sebagainya yang tentunya berhubungan erat dengan energi. Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa energi. Seiring perjalan waktu manusia pun mampu menggunakan dan menemukan energi yang hingga saat ini digunakan dalam membantu proses kehidupan dan memajukan peradaban manusia. Penggunaan energi akan selalu berperan dalam mendorong proses kehidupan manusia melalui berbagai sektor kehidupan.
Berbicara masalah energi akan selalu dihadapkan pada sumber daya energi yang dihasilkan. Di dunia dikenal beberapa energi, yaitu energi yang berasal dari fosil, energi kimia, energi fisik, hingga energi atom dan nuklir. Energi dibagi menjadi dua, yaitu energi yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui. Beberapa contoh energi yang dapat diperbaharui adalah energi biomassa, energi panas bumi, energi angina, dan sebagainya. Sedangkan untuk energi yang tidak diperbaharui adalah energi fosil, yaitu minyak bumi, batubara, dan gas alam. Berbagai jenis energi tersebut tidak serta-merta dimanfaatkan secara bersamaan dan berkesinambungan. Hanya sebagian kecil jenis energi yang digunakan secara berkala dalam jumlah besar dan dalam waktu yang lama. Penggunaan jenis energi selalu mengalami fluktuasi dan kecenderungan tertentu. Energi memiliki tren penggunaan yang senantiasa berubah dari waktu-waktu dengan dinamikanya sendiri. Perubahan ini lebih diakibatkan oleh tingkat efisiensi dan keekonomisan dari energi tersebut yang menyesuaikan dengan kebutuhan manusia.
Energi merupakan sektor utama yang berperan dalam meningkatkan peradaban melalui proses memajukan perekonomian bangsa. Setiap 1% pertumbuhan energi akan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Hal ini terjadi karena peran sektor ini sebagai penggerak awal untuk sektor-sektor lainnya. Rasionalisasinya adalah ketika sektor energi mengalami penurunan maka otomatis akan mengakibatkan sektor lainnya mengalami penundaan dalam berbagai prosesnya. Sebagai contoh adalah industri otomotif yang merupakan secondary industri tidak akan dapat berproduksi sebagaimana mestinya bila dalam proses produksinya tidak disokong dengan pemenuhan kebutuhan energi yang cukup tinggi. Atas dasar fakta tersebut maka sebagian besar negara-negara di dunia berusaha untuk dapat memajukan sektor energi dengan tujuan agar dapat menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraannya.
Pergerakan sektor energi dunia senantiasa dinamis, namun dominasi energi fosil masih memegang peran utama dalam menunjang kebutuhan energi dunia. Batubara dan minyak bumi yang tergolong bahan galian strategis merupakan sumber energi utama dunia dan diperkirakan masih akan stabil dalam kurun waktu 20-30 tahun ke depan. Batubara dan minyak bumi sangat mempengaruhi dinamika ekonomi dunia. Pengaruh yang sangat besar terbukti dalam torehan tinta sejarah saat terjadi peristiwa “oil shock” yang membuat dunia mengalami goncangan perekonomian pada tahun 1973 dan 1979. Pada saat itu terjadi perang antara Israel yang berkoalisi dengan Amerika Serikat melawan negara-negara arab yang notabenenya memiliki 67% dari total cadangan minyak dunia. Akibat dari perang tersebut adalah koalisi negara-negara arab melakukan embargo minyak terhadap Israel dan Amerika Serikat. Hal ini mengakibatkan kenaikan harga minyak dunia dari 3$ per barrel menjadi 30$ per barrel, atau sepuluh kali lipat dari harga awal. Kenaikan harga minyak tersebut berdampak besar bagi dunia sehingga perekonomian mengalami goncangan yang luar biasa. Selain itu krisis global tahun 2008 yang lalu sempat melambungkan harga minyak dunia mencapai 125$ per barrel. Angka ini jauh sangat tinggi dibandingkan kenaikan-kenaikan harga minyak yang pernah ada sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan energi di beberapa negara. Selain minyak bumi sumber energi batubara pun merupakan sumber energi yang berpengaruh besar. Revolusi industri merupakan titik tolak awal dari penggunaan energi batubara. Mesin uap yang ditemukan oleh James Watt dapat memicu terjadinya revolusi industri melalui penggunaan energi batubara. Revolusi industri telah meningkatkan perkembangan industri baja, besi, dan tambang batubara. Melalui efek tersebut energi batubara memicu perkembangan idustri-industri lainnya sehingga meningkatkan perekonomian. Bahkan Eropa pasca perang dunia II pun dapat bangkit melalui pemanfaatan energi batubara dan membentuk asosiasi negara penghasil batubara yang dikenal dengan nama “European Union”.
Sektor energi batubara Indonesia merupakan sektor yang berkembang sangat pesat dalam proses pengembangan sektor industri. Cadangan batubara Indonesia sebesar 3 % dari total cadangan dunia, atau setara dengan 18,71% Mt dengan total sumber daya sebesar 93,4 Mt.. Dari keseluruhan cadangan tersebut sebesar 60% digunakan untuk membangkitkan energi listrik, 30% untuk industri semen, dan 10 % untuk industri lainnya. Produksi batubara Indonesia senantiasa mengalami pertumbuhan tiap tahunnya sebesar 10-13 juta ton. Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor batubara terbesar dunia bersama dengan china, afrika selatan, amerika serikat, dan Australia. Fakta tersebut membuktikan bahwa sektor energi, khususnya Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam menunjang pembangunan bangsa dan peradaban melalui penyediaan energi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Pemenuhan kebutuhan energi dunia sudah selayaknya untuk dilakukan, terutama bagi negara-negara pengekspor energi dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Di satu sisi Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor batubara terbesar memiliki prestasi yang baik, namun di sisi lain hal ini sangat memprihatinkan bagi Indonesia. Sebanyak 70% dari total produksi batubara dalam negeri diekspor ke luar negeri, dan sisanya 30% untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, padahal negara mengalami kekurangan pasokan energi untuk pengembangan industri dalam negeri. Hal ini menyebabkan perkembangan sektor industri dalam negeri cukup lambat dan cenderung tidak mengalami akselerasi sehingga pertumbuhan ekonomi dirasa kurang optimal. Dari perhitungan cadangan energi dalam negeri saat ini, minyak bumi hanya mampu bertahan selama 30 tahun dan batubara selama 100 tahun mendatang dengan produksi sebesar 25 juta ton per tahun. Oleh karena itu jika dilihat lebih lanjut dengan perhitungan saat ini maka cadangan energi kita hanya bertahan hingga 1-2 generasi ke depan. Fakta ini cukup memprihatikan karena jika kita lihat saat ini dengan cadangan energi yang hanya tinggal 2 generasi ke depan, produksi batubara digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekspor tanpa mempertimbangkan kebutuhan energi dalam negeri yang cukup tinggi. Akibat yang terjadi adalah negara akan kehilangan penerimaan lebih besar jika dibandingkan dengan penerimaan hasil ekspor batubara yang notabenenya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan pasar dalam negeri. Hal ini dikarenakan oleh produktifitas industri yang akan menurun seiring dengan tidak terpenuhinya pasokan energi ke tanah air.
Berbeda dengan Amerika, berdasarkan perhitungan eksplorasi amerika memiliki cadangan batubara yang besar, yaitu sebesar 25% dari total cadangan dunia. Angka ini sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan Indonesia yang hanya memiliki cadangan 3% dunia. Namun sangat aneh jika diihat, Amerika yang memiliki total cadangan besar masih memberlakukan impor batubara dan minyak bumi dari negara-negara penghasil lainnya. Mereka melakukan proteksi terhadap seluruh sektor dalam negerinya, terutama sektor energi. Alasan yang cukup rasional adalah mereka menyimpan sebagian besar cadangan energinya untuk memenuhi kebutuhan masa depan di saat cadangan energi dunia sudah menipis. Perbedaan yang terjadi adalah mereka mampu mengoptimalkan kebutuhan energi industri dalam negeri dengan tetap menjaga kesinambungan produksi energinya.
Jika ditilik lebih lanjut maka terdapat kesalahan prosedur dalam pemanfaatan sektor energi dalam negeri. Kesalahan prosedur tersebut mengakibatkan sebagian besar para produsen energi hanya mementingkan diri sendiri dengan melakukan penjualan hasil produksi energi ke luar negeri karena harga yang lebih tinggi. Pemanfaatan sektor energi Indonesia ibarat berada pada dua pilihan, yaitu mengedepankan ego sesaat untuk kesengan saat ini atau mempertahankan nalar demi kesinambungan perkembangan dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu sudah selayaknya dilakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan ekspor energi dengan mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri agar roda industri dalam negeri dapat berjalan dengan optimal. Manfaat yang bisa dipetik adalah terjadinya perkembangan sektor lanjutan melalui sektor energi sehingga dapat terjadi kesinambungan dan siklus yang positif antar seluruh industri dalam negeri karena sektor energi merupakan sektor kunci bagi kemajuan bangsa.
Persepsi dan Kebangkitan Bangsa
Pembangunan berlandaskan persepsi.
Masih terasa dalam pikiran kita bahwa deskripsi akan sejarah bangsa akan senantiasa menjadi realita yang membangkitkan ruh perjuangan dan nasionalisme. Ruh-ruh perjuangan tumbuh dan bangkit dalam sebuah pengejawantahan semangat untuk membuat negara ini senantiasa mengalami kemajuan dan menjadi bangsa yang terdepan dalam konteks kebangkitan bangsa. Kebangkitan bangsa merupakan proses percepatan pembangunan yang dilakukan dengan banyak metode. Metode percepatan pembangunan diimplementasikan dalam berbagai bentuk, mulai dari pembangunan fisik, sumber daya manusia, mental, hingga pembangunan persepsi bangsa. Bangsa kita sudah sering dicekoki dengan pembangunan yang sifatnya terlihat dan tidak mengakar, padahal lebih dari itu, faktor pembangunan alam bawah sadar seringkali dilupakan oleh elemen bangsa kita. Membangkitkan alam bawah sadar merupakan hal yang mutlak dan sudah seharusnya menjadi prioritas pertama dalam proses percepatan bangsa. Semangat, motivasi, dan daya juang merupakan hal terpenting dalam menentukan proses lanjutan sebagai kekuatan awal untuk mencapai tujuan akhir.
Pembangunan alam bawah sadar yang bersifat mengakar dapat dibangkitkan dengan membangun persepsi. Persepsi positif sangat dibutuhkan untuk menstimulus gairah dan semangat awal dalam proses yang terintegrasi untuk kebangkitan bangsa. Persepsi positif dapat dibangun dengan memunculkan fakta positif dan yang bersifat mendorong. Isu-isu kebangsaan penting untuk dimunculkan sebagai stimulus persepsi dalam pencapaian bangsa. Sebagai contoh yaitu beberapa waktu yang lalu bangsa Indonesia baru menghadapi sebuah momen penting dalam transisi kepemimpinan Indonesia. Sebuah bentuk pengejawantahan politik dalam sebuah dinamika kebangsaan yang menjadi hal mutlak ketika berbicara tentang kepemimpinan. Momen tersebut dapat dibangun menjadi sebuah persepsi yang positif ataupun juga persepsi negatif.
Isu-isu kebangsaan ada yang bersifat membangkitkan kedua persepsi tersebut ataupun salah satunya yang positif. Terdapat isu-isu besar yang dapat digunakan dalam membangun persepsi positif yang dapat digunakan untuk kemajuan bangsa kedepan, yaitu prestasi bangsa. Prestasi bangsa dapat membawa pengaruh positif dalam pembangunan bangsa sehingga dapat membawa kebanggaan bangsa kita. Sebagai contohnya adalah banyak kalangan memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan yang sangat diperhitungkan di dunia. Berbagai fakta dapat dilihat dari kemajuan dan prestasi yang dicapai Indonesia. Sudah menjadi tradisi bahwa anak-anak bangsa yang dikirimkan menjadi delegasi dalam olimpiade science internasional selalu menorehkan prestasi. Medali Emas Olimpiade Fisika Internasional dan Olimpiade Biologi Internasional berhasil dipertahankan pada juli 2009 di Meksiko, Tim Garuda Parahyangan mendapat juara I IEICE Communication Society Award, dan juara II LSI of the year for student dari Semiconductor Industry Newspaper pada 2008 yang lalu di Okinawa, Jepang. Prestasi yang diraih bukan hanya prestasi kompetisi, prestasi industri pun dimiliki dengan pembuatan panser oleh PT Pindad, BPPT, dan Dephan yang mampu menghemat pembelian 200 panser sebesar 750 milyar, padahal Indonesia memiliki minimal 4000 panser. Produksi panser ini direncanakan pemerintah untuk diekspor ke negara-negara di Asia. Baru-baru ini dapat kita lihat juga para insinyur-insinyur Indonesia berhasil menciptakan roket tercepat di dunia tipe RX-420 Lapan dengan seluruh komponennya buatan Indonesia. Pembuatan roket ini membuat gentar Australia, Malaysia dan Singapura karena konon peluncuran roket ini dapat mengintai aktifitas illegal mereka di wilayah perbatasan kita sehingga diharapkan dengan peluncuran roket ini keamanan dan pertahanan negara dapat ditingkatkan. Beberapa contoh prestasi tersebut dapat membuat persepsi positif bagi setiap individu jika senantiasa dipublikasikan sehingga yang terjadi adalah dapat tercapainya kebangkitan bangsa melalui pembangunan pondasi awal yang dibutuhkan.
Media sebagai katalisator.
Sebagian media atau bahkan masyarakat banyak yang memproyeksikan kemajuan Indonesia dengan berkaca pada fakta kekurangan dan kelemahan. Lebih dari itu bahwa sebenarnya masa depan bangsa Indonesia juga sebaiknya dilihat dari kelebihan dan prestasi-prestasi yang telah diukir anak bangsa masa kini. Bukan berarti kita senang dan terlena dengan capaian saat ini, namun melalui fakta saat ini masyarakat dan pemerintah bisa membuat grand design masa depan dengan melihat capaian saat ini sehingga dapat melakukan tindak lanjut kedepannya. Kekurangan dan kelemahan dapat mengakibatkan timbulnya sikap rendah diri sehingga membuat kita hanya berkutat pada bagaimana cara memperbaiki kekurangan. Jika kita jeli, sesungguhnya banyak potensi dan kelebihan yang dimiliki oleh bangsa kita. Kelebihan ini dapat menjadi semangat untuk mengembangkan potensi yang kita miliki sehingga pergerakan dan pembangunan yang dilakukan dapat efektif dan efisien. Dengan kata lain bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan, tapi membuka mata lebih lebar untuk melihat kelebihan yang ada. Kelebihan yang dapat membangun persepsi positif sangat dibutuhkan, dalam hal ini peran media sangat penting sebagai sebuah penyalur informasi kepada masyarakat, terutama untuk prestasi dan capaian-capaian yang telah dilakukan disamping isu-isu yang komersial dan hanya meningkatkan rating semata.
Media sebagai sebuah instrument yang independent sudah seharusnya menjadi katalisator pembangunan bangsa, dan bukan hanya sekedar penyampai fakta dan opini. Media berperan sebagai alat untuk menumbuhkan alam bawah sadar akan persepsi masyarakat karena media menyajikan berita dan fakta secara berulang-ulang. Selain itu berita-berita tersebut dapat diakses secara bebas dan terbuka oleh seluruh lapisan masyarakat. Seiring waktu dengan membentuk persepsi masyarkat, media akan ikut menentukan terbentuknya mental, yang tentunya akan berdampak pada terbentuknya perilaku masyarkat. Oleh karena itu merupakan sebuah manfaat yang besar jika media ikut berperan dalam membangun watak bangsa melalui tayangan yang membentuk persepsi positif terhadap bangsa dan negaranya. Keseluruhan elemen bangsa, termasuk media diharapkan dapat berfungsi secara sinergis untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia.
Strategi Dasar Pemasaran
Perkembangan dunia bisnis selalu mengalami fluktuasi. Tingkat fluktuasi bisnis dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal dari bisnis itu sendiri. Faktor internal yang dapat diukur dari kreatifitas inovasi produk dan situasi eksternal yang tercermin dalam perkembangan pasar merupakan dua hal yang memenetrasi kematangan suatu bisnis. Selain itu, pembentukan bisnis yang memiliki bargaining power tinggi akan selalu ditunjang dengan sinkronisasi kedua hal tersebut. Aspek-aspek positif dari sinkronisasi keduanya akan terimplementasi dalam kualitas produk dan tingginya pendapatan dan laba yang diperoleh dari suatu bisnis. Jika dilihat lebih mendalam keduanya merupakan implikasi dari lahirnya bisnis yang besar dan sukses, namun tidak murni implikasi. Hal ini terjadi karena terdapat jurang antara kedua aspek tersebut, dan harus ada kekuatan yang menjembatani, yang apabila dapat dikelola dengan baik maka implikasi yang diharapkan dapat diperoleh dengan maksimal.
Marketing merupakan jembatan penentu bisnis yang akan memperlihatkan baik buruknya, dan sukses tidaknya suatu bisnis. Konsep marketing merupakan konsep yang akan menghasilkan profit dan advantage bagi perusahaan. Tantangannya adalah bagaimana perusahaan mampu menghasilkan laba besar dengan menarik pelanggan sebanyak-banyaknya dan membuat citra positif yang bermanfaat bagi kelangsungan bisnisnya. Oleh karena itu teknik dan strategi jitu melakukan marketing menjadi sangat dibutuhkan dalam optimalisasi proses bisnis perusahaan.
Bisnis sama dengan kepercayaan, dan cara membangun kepercayaan salah satunya adalah dengan melakukan marketing yang beretika dan sesuai antara yang dikatakan dengan produknya. Kesesuaian ini mutlak diperlukan karena marketing merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan customer agar mendapatkan laba dengan strategi persaingan yang efektif dan efisien. Kualitas dan produk yang ditawarkan harus sesuai dengan aslinya karena bila tidak maka kemungkinan besar kebutuhan customer tidak akan terpenuhi, dan yang terjadi adalah hilangnya kepercayaan customer yang akan berdampak pada penurunan bisnis. Marketing akan terimplementasi oleh proses penyaluran dan penjualan dengan strategi tertentu, yatiu sales. Kesesuaian yang diharapkan terletak pada aspek sales tersebut, karena ia merupakan manifestasi dari sebuah konsep marketing.
Terdapat dua cara teknik melakukan marketing, yaitu marketing bisnis to bisnis dan marketing retail. Marketing bisnis to bisnis merupakan cara dimana prosesnya dilakukan dengan mencari pasar melalui bisnis jenis lainnya, sedangkan retail adalah marketing dengan cara langsung memasarkan produk ke masyarakat tanpa melalui perantara. Dalam hal ini, proses yang biasa dilakukan adalah penawaran inovasi dan kualitas produk, serta harga yang kompetitif. Tiga hal yang menjadi inti dari marketing, yaitu:
- Harga, dalam hal ini penentuan harga memerlukan pertimbangan yang menyeluruh dan didasarkan oleh kemampuan beli masyarakat, segmen yang dituju, dan permainan harga yang mempengaruhi aspek psikologis seseorang, dengan menaikkan ekspektasi masyarakat terhadap produknya.
- Promosi, bentuknya harus memenuhi cakupan bisnis yang terimplementasikan dalam penerapan strategi marketing, Hal ini berguna untuk menentukan langkah dalam mengantisipasi dan menanggapi situasi pasar berkaitan dengan keberadaan saingan di usaha yang dijalani.
- Distribusi, yaitu proses penyaluran pemasaran dan produk akan menjadi aspek pendukung yang menunjang kegiatan marketing. Strategi marketing dapat terpenuhi jika distribusi dilakukan dengan lancar. Hal ini terkait dengan ekspansi yang dilakukan agar bisa menyentuh sasaran dengan mempertimbangkan segala kemungkinan. Pendistribusian dilakukan melalui pemasaran dengan menyentuh pasar lokal terlebih dahulu sebelum masuk ke pasar yang lebih luas, namun harus disesuaikan juga dengan segmentasi pasar yang ingin diraih.
Dalam proses bisnis dikenal dua hal yang menjadi patokan dalam menentukan konsep marketing, yaitu konsep pemasaran atas dasar kebutuhan pelanggan, dan pemasaran atas dasar kebanggaan atau prestise pelanggan. Pada dasarnya marketing adalah cara untuk mengambil uang yang dimiliki orang tanpa keterpaksaan sedikit pun dari orang tersebut. Konsep penerapan marketing harus memiliki rasionalisasi yang kuat, yaitu dalam penentuan segmen yang ingin dicapai, bentuk marketing, dan strategi yang diterapkan. Namun proses marketing tidak harus rasional. Marketing bisa diciptakan dan tumbuh dengan sendirinya bila ditunjang dengan diferensiasi dan propaganda yang menyentuh kalangan yang menjadi target.
Segmen yang dituju merupakan kata kunci dalam proses marketing. Segmentasi harus disesuaikan dengan visi misi dan kemampuan perusahaan ataupun produsen dalam memberikan pelayanan produk. Dalam marketing sangat tidak dianjurkan untuk mengubah segmentasi pasar karena hal ini akan mempengaruhi persepsi konsumen dan tingkat prestise untuk sebagian pelanggan. Pada umumnya segmen pasar yang ditujukan untuk kalangan menengah ke atas selain berdasarkan atas kebutuhan juga akan bermain dengan kebangaan. Oleh karena itu jika terjadi perubahan segmentasi untuk sebagian perusahaan yang menetapkan pasar tersebut akan berdampak besar bagi kelangsungan kontinuitas penerimaan produk di pasaran. Sebagai contoh adalah perusahaan mobil terkemuka BMW yang menetapkan segmentasi kelas menengah atas sebagai pasarnya, dan perusahaan mobil ferarri yang tidak pernah memiliki iklan aktif di media-media umum. Ferarri melakukan proses marketing hanya melalui ajang balap mobil paling bergengsi di dunia. Hal ini dapat dilihat bahwa dengan menetapkan segmen kelas atas maka konsekuensi logis adalah menjaga proses marketing dan persepsi produk yang ditawarkan agar tetap eksklusif dan memiliki nilai prestise tinggi. Sedangkan untuk penentuan segmen kelas menengah ke bawah yang harus dijaga adalah bagaimana mempertahankan kebutuhan masyarakat akan produk yang ditawarkan dengan keunggulan-keunggulan tertentu yang dimiliki.
Penerapan bentuk dan strategi marketing harus menyesuaikan dengan segmen yang ingin dicapai dan dilakukan dengan menerapkan bentuk marketing dengan strategi yang inovatif. Bentuk-bentuk marketing dapat berupa iklan di media cetak dan elektronik, spanduk dan poster, serta kerjasama partnership dengan mitra kerja. Sedangkan strategi marketing misalnya dapat dilakukan dengan menciptakan kesan unik dan berbeda, ataupun bahkan yang mengundang controversial untuk setiap promosi produk yang diperdagangkan. Selain itu dapat dengan meningkatkan keunggulan fungsional dari media promosi yang digunakan, misalnya dengan memberikan voucher makan gratis di rumah makan tertentu dari setiap pencapaian jumlah belanja tertentu.
Strategi marketing dapat diterapkan dengan melakukan penawaran yang powerful, beberapa contohnya adalah dengan melakukan beberapa metode seperti added value, package offer, discount and bonus offer, valued at offer, time limited offer, guarantee , free offer. Metode-metode tersebut dapat juga dilakukan secara parallel dan berkesinambungan sehingga berguna untuk meningkatkan daya tarik pelanggan dan bargaining power dari jenis produk yang ditawarkan. Beberapa metode strategi memiliki karakteristik tersendiri, contohnya adalah discount and bonus offer biasanya cocok untuk diterapkan pada kondisi masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan dan cenderung konsumtif, sedangkan valued at offer dan time limited offer cocok diterapkan pada kondisi dimana konsumen tidak terlalu menghiraukan harga, namun kepuasan dan prestise sebagai kebutuhan utama. Maka penerapan contoh metode yang ada harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bisnis yang dijalankan.
Metode yang dapat diterapkan pada strategi pemasaran harus senantiasa terintegrasi dengan keseluruhan proses bisnis yang ada agar implementasinya berjalan dengan baik. Strategi yang diterapkan biasanya merupakan fungsi situasi dan kondisi yang terjadi, setiap metode merupakan gambaran solusi terhadap kebutuhan akan hasil dari proses bisnis dan analisis situasi yang saling dibenturkan. Implikasi yang terjadi adalah penjembatanan antara proses internal dan eksternal bisnis yang dapat dilakukan jika diterapkan strategi dan metode-metode pemasaran yang tepat. Oleh karena itu penerapan strategi dasar dalam proses pemasaran mutlak dilakukan agar kinerja bisnis dan pencapaian profit dapat optimal.
-
Archives
- January 2010 (2)
- October 2009 (3)
- April 2009 (2)
- March 2009 (1)
- January 2009 (1)
- November 2008 (1)
- October 2008 (1)
- September 2008 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS