Sektor Energi Indonesia ; Antara Egoisme dan Nalar
Sektor energi merupakan sektor kunci dalam peradaban manusia. Sejak beratus-ratus tahun yang lalu manusia membutuhkan dan menggunakan energi dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Energi matahari sebagai sumber energi utama pun sudah digunakan manusia ketika zaman primitive secara alami dengan kemampuan seadanya. Kegiatan sehari-hari manusia selalu bersentuhan dengan bagaimana ia dapat mengolah makanan, membuat peralatan-peralatan sederhana, dan sebagainya yang tentunya berhubungan erat dengan energi. Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa energi. Seiring perjalan waktu manusia pun mampu menggunakan dan menemukan energi yang hingga saat ini digunakan dalam membantu proses kehidupan dan memajukan peradaban manusia. Penggunaan energi akan selalu berperan dalam mendorong proses kehidupan manusia melalui berbagai sektor kehidupan.
Berbicara masalah energi akan selalu dihadapkan pada sumber daya energi yang dihasilkan. Di dunia dikenal beberapa energi, yaitu energi yang berasal dari fosil, energi kimia, energi fisik, hingga energi atom dan nuklir. Energi dibagi menjadi dua, yaitu energi yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui. Beberapa contoh energi yang dapat diperbaharui adalah energi biomassa, energi panas bumi, energi angina, dan sebagainya. Sedangkan untuk energi yang tidak diperbaharui adalah energi fosil, yaitu minyak bumi, batubara, dan gas alam. Berbagai jenis energi tersebut tidak serta-merta dimanfaatkan secara bersamaan dan berkesinambungan. Hanya sebagian kecil jenis energi yang digunakan secara berkala dalam jumlah besar dan dalam waktu yang lama. Penggunaan jenis energi selalu mengalami fluktuasi dan kecenderungan tertentu. Energi memiliki tren penggunaan yang senantiasa berubah dari waktu-waktu dengan dinamikanya sendiri. Perubahan ini lebih diakibatkan oleh tingkat efisiensi dan keekonomisan dari energi tersebut yang menyesuaikan dengan kebutuhan manusia.
Energi merupakan sektor utama yang berperan dalam meningkatkan peradaban melalui proses memajukan perekonomian bangsa. Setiap 1% pertumbuhan energi akan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Hal ini terjadi karena peran sektor ini sebagai penggerak awal untuk sektor-sektor lainnya. Rasionalisasinya adalah ketika sektor energi mengalami penurunan maka otomatis akan mengakibatkan sektor lainnya mengalami penundaan dalam berbagai prosesnya. Sebagai contoh adalah industri otomotif yang merupakan secondary industri tidak akan dapat berproduksi sebagaimana mestinya bila dalam proses produksinya tidak disokong dengan pemenuhan kebutuhan energi yang cukup tinggi. Atas dasar fakta tersebut maka sebagian besar negara-negara di dunia berusaha untuk dapat memajukan sektor energi dengan tujuan agar dapat menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraannya.
Pergerakan sektor energi dunia senantiasa dinamis, namun dominasi energi fosil masih memegang peran utama dalam menunjang kebutuhan energi dunia. Batubara dan minyak bumi yang tergolong bahan galian strategis merupakan sumber energi utama dunia dan diperkirakan masih akan stabil dalam kurun waktu 20-30 tahun ke depan. Batubara dan minyak bumi sangat mempengaruhi dinamika ekonomi dunia. Pengaruh yang sangat besar terbukti dalam torehan tinta sejarah saat terjadi peristiwa “oil shock” yang membuat dunia mengalami goncangan perekonomian pada tahun 1973 dan 1979. Pada saat itu terjadi perang antara Israel yang berkoalisi dengan Amerika Serikat melawan negara-negara arab yang notabenenya memiliki 67% dari total cadangan minyak dunia. Akibat dari perang tersebut adalah koalisi negara-negara arab melakukan embargo minyak terhadap Israel dan Amerika Serikat. Hal ini mengakibatkan kenaikan harga minyak dunia dari 3$ per barrel menjadi 30$ per barrel, atau sepuluh kali lipat dari harga awal. Kenaikan harga minyak tersebut berdampak besar bagi dunia sehingga perekonomian mengalami goncangan yang luar biasa. Selain itu krisis global tahun 2008 yang lalu sempat melambungkan harga minyak dunia mencapai 125$ per barrel. Angka ini jauh sangat tinggi dibandingkan kenaikan-kenaikan harga minyak yang pernah ada sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan energi di beberapa negara. Selain minyak bumi sumber energi batubara pun merupakan sumber energi yang berpengaruh besar. Revolusi industri merupakan titik tolak awal dari penggunaan energi batubara. Mesin uap yang ditemukan oleh James Watt dapat memicu terjadinya revolusi industri melalui penggunaan energi batubara. Revolusi industri telah meningkatkan perkembangan industri baja, besi, dan tambang batubara. Melalui efek tersebut energi batubara memicu perkembangan idustri-industri lainnya sehingga meningkatkan perekonomian. Bahkan Eropa pasca perang dunia II pun dapat bangkit melalui pemanfaatan energi batubara dan membentuk asosiasi negara penghasil batubara yang dikenal dengan nama “European Union”.
Sektor energi batubara Indonesia merupakan sektor yang berkembang sangat pesat dalam proses pengembangan sektor industri. Cadangan batubara Indonesia sebesar 3 % dari total cadangan dunia, atau setara dengan 18,71% Mt dengan total sumber daya sebesar 93,4 Mt.. Dari keseluruhan cadangan tersebut sebesar 60% digunakan untuk membangkitkan energi listrik, 30% untuk industri semen, dan 10 % untuk industri lainnya. Produksi batubara Indonesia senantiasa mengalami pertumbuhan tiap tahunnya sebesar 10-13 juta ton. Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor batubara terbesar dunia bersama dengan china, afrika selatan, amerika serikat, dan Australia. Fakta tersebut membuktikan bahwa sektor energi, khususnya Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam menunjang pembangunan bangsa dan peradaban melalui penyediaan energi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Pemenuhan kebutuhan energi dunia sudah selayaknya untuk dilakukan, terutama bagi negara-negara pengekspor energi dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Di satu sisi Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor batubara terbesar memiliki prestasi yang baik, namun di sisi lain hal ini sangat memprihatinkan bagi Indonesia. Sebanyak 70% dari total produksi batubara dalam negeri diekspor ke luar negeri, dan sisanya 30% untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, padahal negara mengalami kekurangan pasokan energi untuk pengembangan industri dalam negeri. Hal ini menyebabkan perkembangan sektor industri dalam negeri cukup lambat dan cenderung tidak mengalami akselerasi sehingga pertumbuhan ekonomi dirasa kurang optimal. Dari perhitungan cadangan energi dalam negeri saat ini, minyak bumi hanya mampu bertahan selama 30 tahun dan batubara selama 100 tahun mendatang dengan produksi sebesar 25 juta ton per tahun. Oleh karena itu jika dilihat lebih lanjut dengan perhitungan saat ini maka cadangan energi kita hanya bertahan hingga 1-2 generasi ke depan. Fakta ini cukup memprihatikan karena jika kita lihat saat ini dengan cadangan energi yang hanya tinggal 2 generasi ke depan, produksi batubara digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekspor tanpa mempertimbangkan kebutuhan energi dalam negeri yang cukup tinggi. Akibat yang terjadi adalah negara akan kehilangan penerimaan lebih besar jika dibandingkan dengan penerimaan hasil ekspor batubara yang notabenenya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan pasar dalam negeri. Hal ini dikarenakan oleh produktifitas industri yang akan menurun seiring dengan tidak terpenuhinya pasokan energi ke tanah air.
Berbeda dengan Amerika, berdasarkan perhitungan eksplorasi amerika memiliki cadangan batubara yang besar, yaitu sebesar 25% dari total cadangan dunia. Angka ini sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan Indonesia yang hanya memiliki cadangan 3% dunia. Namun sangat aneh jika diihat, Amerika yang memiliki total cadangan besar masih memberlakukan impor batubara dan minyak bumi dari negara-negara penghasil lainnya. Mereka melakukan proteksi terhadap seluruh sektor dalam negerinya, terutama sektor energi. Alasan yang cukup rasional adalah mereka menyimpan sebagian besar cadangan energinya untuk memenuhi kebutuhan masa depan di saat cadangan energi dunia sudah menipis. Perbedaan yang terjadi adalah mereka mampu mengoptimalkan kebutuhan energi industri dalam negeri dengan tetap menjaga kesinambungan produksi energinya.
Jika ditilik lebih lanjut maka terdapat kesalahan prosedur dalam pemanfaatan sektor energi dalam negeri. Kesalahan prosedur tersebut mengakibatkan sebagian besar para produsen energi hanya mementingkan diri sendiri dengan melakukan penjualan hasil produksi energi ke luar negeri karena harga yang lebih tinggi. Pemanfaatan sektor energi Indonesia ibarat berada pada dua pilihan, yaitu mengedepankan ego sesaat untuk kesengan saat ini atau mempertahankan nalar demi kesinambungan perkembangan dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu sudah selayaknya dilakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan ekspor energi dengan mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri agar roda industri dalam negeri dapat berjalan dengan optimal. Manfaat yang bisa dipetik adalah terjadinya perkembangan sektor lanjutan melalui sektor energi sehingga dapat terjadi kesinambungan dan siklus yang positif antar seluruh industri dalam negeri karena sektor energi merupakan sektor kunci bagi kemajuan bangsa.
TRANSFORMASI GERAKAN
Sejarah mengatakan bahwa kebangkitan bangsa Indonesia kembali ditorehkan ketika pergerakan menjelang reformasi pendudukan gedung DPR yang melibatkan mahasiswa dan segenap komponen yang peduli akan Indonesia yang lebih baik. Pergerakan yang dilakukan saat itu banyak mengorbankan pikiran, energi, harta, bahkan jiwa. Hal itu semata-mata dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka mengusahakan transformasi fundamental negara untuk menjadikan Indonesia lebih terintegrasi dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Ditambah dengan krisis yang terjadi benyak melemahkan ketahanan negara pada saat itu. Gerakan yang dilancarkan oleh masiswa dengan segenap persatuan dan kesatuan masyarakat membawa angin perubahan untuk terlaksananya konsep dan sistem demokrasi, dan mengubah paradigma sebagian masyarakat bahwa saat itu merupakan kebangkitan kembali fundamental Indonesia.
Atmosfer perjuangan yang heroik dengan turun ke jalan dan menyuarakan aspirasi sangatlah berpengaruh terhadap proses transformasi pada saat itu. Realita yang terjadi saat ini tidaklah sama dengan situasi pada era tersebut. Saat ini pergerakan sangat dibutuhkan, namun dalam hal pembangunan yang sifatnya implementatif dan berkelanjutan, karena paradigma yang telah dibangun perlu langkah lanjutan yang tidak sekedar bersuara, tapi juga bertindak secara nyata. Implementasi nyata perlu dibangun melalui orang-orang yang berani bergerak untuk membangun sumber daya manusia dan perekonomian nasional, karena kedua hal tersebut merupakan tiang untuk membangun Indonesia lebih baik melalui implementasi sistem dan asas yang menyeluruh yang dianut oleh kita. Oleh karena itu pengembangan sector privat dan pendidikan yang fleksibel dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
Sektor privat, terutama dalam hal entrepreneurship bisa menjadi pilihan yang sangat tepat, karena dalam entrepreneurship pendidikan mental, dan segala yang dibutuhkan untuk membangun pendidikan dan perekonomian melalui pengembangan kompetensi dan wawasan manusia akan berjalan dan meningkat secara signifikan. Bila kita telaah lebih dalam proses kontribusi nyata melalui entrepreneurship pendidikan yang diciptakan oleh entrepreneurship mencakup 4 hal, yaitu formula STMJ :
1. Sumber Daya Manusia
2. Technology
3. Modal
4. Jaringan
Sumber daya manusia merupakan kunci untuk selalu bergerak melakukan perubahan. Fokus utama yang pentig untuk dilakukan adalah pada pengembangan paradigma dan karakter manusia itu sendiri. Karakter yang kuat akan menghasilkan pribadi yang tangguh, mental yang kuat dan tahan banting, serta semangat dan keinginan positif selalu terpancar, serta efektifitas dan efisiensi yang tinggi. Pembentukan prilaku melalui entrepreneurship secara otomatis akan mendidik karakter manusia untuk lebih bernas.
Peningkatan teknologi untuk membangun korporasi dalam kekuatan entrepreurship mutlak diperlukan untuk meningkatkan daya saing korporasi dan bangsa. Teknologi akan terus berkembang dan dikembangkan dalam rangka mempertahankan hidup setiap komponen dan peradaban. Mereka yang memperhatikan teknologi akan terus berusaha menjadi yang terbaik, karena kalau tidak maka konsekuensi kerugian dan kehancuran akan dialami. Teknologi juga merupakan salah satu ukuran keberhasilan pembangunan nasional, karena akan berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Faktor ketiga, yaitu modal akan ikut mempengaruhi percepatan pembangunan entrepreneur khusunya, dan bangsa pada umumnya, karena dengan modal seseorang akan memiliki semangat untuk mulai dan terus membangun. Dalam hal ini modal yang sifatnya financial bisa dibangun melalui iklim untuk memiliki mental dalam melakukan investasi berjangka yang akan berguna dalam percepatan kemajuan iklim entrepreneurship.
Networking merupakan aspek penting dalam usaha untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam berwirausaha sehingga tercapai percepatan dalam mencapai target-target. Dalam networking dibutuhkan kemampuan interpersonal skill yang baik agar prosesnya dapat optimal.
Pengembangan sektor privat ini cukup efektif untuk mengoptimalkan manfaat dalam peningkatan kualitas pendidikan, mental, dan ketahanan menghadapi persoalan karena entrepreneur akan selalu berhadapan dengan masalah-masalah dan resiko yang tidak mudah untuk diantisipasi ataupun diselesaikan. Pendidikan karakter entrepreneur dapat menghasilkan orang-orang yang matang dalam bersikap yang tentunya dengan kode etik yang sesuai dengan norma-norma.
Selain itu perkembangan dunia usaha sedikit demi sedikit akan memacu perkembangan perekonomian nasional melalui pemberdayaan sektor ril dengan peranan badan-badan usaha besar dan usaha kecil menengah. Tumbuhnya badan-badan usaha yang mapan melalui generasi-generasi penerus terutama para mahasiswa akan secara otomatis meningkatkan kemandirian bangsa yang berimplikasi pada membesarnya penerimaan negara, kesejahteraan yang meningkat, jumlah pengangguran menurun, dan tingkat kemiskinan dapat dikurangi.
Usaha menumbuhkan semangat kewirausahaan dan proses implementasinya dapat menjadi bentuk kontribusi nyata yang bisa dilakukan semua kalangan, terutama mahasiswa sebagai kalangan intelektual yang memiliki akses lebih sehingga proses pematangan pendidikan dan pembangunan perekonomian bisa sedikit demi sedikit ditingkatkan dan terjadi percepatan dalam meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.
Pengembangan sektor ini pun penting dan perlu ditunjang dengan adanya suatu system yang mampu menopang keberadaannya. Hal ini bisa dilakukan dengan perbaikan sektor pemerintahan dengan mangatasi masalah yang sangat crusial dan sifatnya mengakar dalam diri masyarakat Indonesia sendiri.
Ketahanan Nasional
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak potensi yang luar biasa jika disandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Beragam ciri dan kekhasan alam dan budayanya membuat banyak efek positif terjadi, bahkan berbondong-bondong turis asing ingin ikut merasakan keelokan dan keindahan macam-macam keragamannya. Predikat sebagai macan asia yang pernah melekat pada nama besar Indonesia pada beberapa puluh tahun silam mengukuhkan Indonesia sebagai bangsa yang sangat disegani oleh negara-negara lain di dunia. Tentunya predikat tersebut tidak terlepas dari besarnya potensi yang dimiliki bangsa kita, dan kekuatan bangsa kita dalam berkiprah di kancah dunia, yang sudah pasti harus ditunjang dengan pertahanan dan keamanan yang kuat. Karena pertahanan dan keamanan merupakan salah satu komponen yang sangat berpengaruh terhadap optimalisasi proses pembangunan bangsa dalam keberjalanan sebuah negara. Ia merupakan pilar penting sebagai ujung tombak pergerakan negara pada era globalisasi yang terus bergulir. Kita harus senantiasa belajar dari sejarah bahwa untuk menjadikan bangsa ini terpandang kita harus terus belajar dan mengambil makna dari setiap kejadian di masa lalu.
Perjalanan selama 63 tahun ternyata belum cukup untuk membuat bangsa kita matang walaupun potensi yang dimiliki cukup untuk menjadikan bangsa Indonesia besar. Hari demi hari yang terlihat justru fluktuasi yang cenderung tidak pernah stabil terhadap peningkatan kualitas bangsa kita. Hal ini juga terbukti dari banyaknya kasus-kasus yang terjadi di negara kita. Gejolak-gejolak negative baik yang berasal dari dalam negeri dan dari luar negeri bahkan sampai membuat negara kita berada pada ketidakstabilan. Bertahun-tahun secara tidak sadar pertahanan dan kemanan negara kita mengalami tekanan yang luar biasa, yang tidak hanya pertahanan dan keamanan fisik, tapi juga moral, hingga ideology.
Pertahanan fisik berada pada situasi yang tidak diharapkan, terorisme, infiltrasi asing yang mempengaruhi keamanan nasional, bahkan asset-asset negara yang dijual ke negara asing, seperti perusahaan telekomunikasi indosat dapat mengganggu stabilitas pertahanan negara. Keamanan taktis yang menyangkut wilayah kepulauan kita masih belum terjaga secara optimal, laut kita yang notabenenya menghasilkan ikan-ikan dalam jumlah yang sangat besar, spesies trumbu karang yang hampir meliputi seluruh spesies yang ada di dunia, ikan paus langka yang hanya ada di perairan Indonesia ternyata menyimpan tragedy yang sangat memilukan hati. Bayangkan saja, berkali-kali sumber daya laut kita dicuri dengan tidak bertanggung jawab oleh oknum-oknum asing namun yang terjadi adalah kita tidak pernah mengambil pelajaran dari kecerobohan-kecerobohan yang kita buat sendiri.
Moralitas bangsa yang kian hari kian memperihatinkan merupakan bentuk dari lemahnya pendirian sebagai bangsa yang berlandaskan pada nilai-nilai moral pancasila. Lemahnya moralitas bangsa merupakan salah satu realita yang dipengaruhi oleh masuknya budaya-budaya asing ke dalam setiap aspek kehidupan manusia Indonesia. Beberapa fakta, seperti fun, food, dan fashion yang terus berkembang merupakan beberapa hal yang terlihat baik sebagai proses globalisasi, namun realita-realita tersebut justru dapat melemahkan bangsa kita. Ditambah lagi dengan infiltrasi media yang paling efektif mempengaruhi tingkat persepsi masyarakat terhadap suatu isu tertentu. Media yang secara tidak langsung membawa pesan untuk mencitrakan budaya hedonisme sebagai budaya yang patut ditiru dan dikembangkan karena adanya proses globalisasi. Perang ideology juga merupakan salah satu factor yang sangat crusial untuk diperhatikan dalam proses mempertahankan jati diri bangsa. Ideologi-ideologi dan pemikiran banyak yang mengaburkan pandangan bangsa kita tentang kesesuaiannya dengan ideology pancasila yang kita miliki.
Tantangan terbesar untuk meningkatkan pertahan dan keamanan bangsa kita adalah bagaimana cara untuk mempertahankan moralitas bangsa ditengah krisis identitas yang melanda bangsa kita sehingga kita dapat tetap berpegang teguh pada ideology pancasila yang dideklarasikan sejak 63 tahun lalu, dan akan berimplikasi pada tercapainya stabilitas pertahanan dan keamanan bangsa karena sebagian besar energy akan tercurah untuk pembangunan yang berkelanjutan dan berlandaskan pada kekuatan pertahanan dan keamanan bangsa kita.
Tonggak Peradaban Bangsa
Perjalanan bangsa indonesia telah melalui beberapa tahun yang penuh dengan perjuangan. Peluh dan darah menjadi saksi atas tegaknya merah putih. Namun begitu banyak masalah dan hambatan mengiringi usia bangsa indonesia hingga saat ini. Mulai dari masalah kesejahteraan masyarakat, kemandirian bangsa, keadilan social, hingga masalah kemanusiaan, dan yang berbau SARA. Masalah kemiskinan dan kesejahteraan agaknya senantiasa menjadi sorotan utama dan merupakan hal yang paling mudah menjadi indikator, serta dianggap paling penting dalam keberjalanan peradaban bangsa, disamping itu pendidikan, social budaya, persoalan hak asasi manusia, politik, ekonomi, serta dasar keberadaan suatu bangsa juga merupakan hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja.
Fakta saat ini mengatakan bahwa Negara kita belum bisa berjalan seperti yang diharapkan, hal ini terbukti dari belum terpenuhinya parameter-parameter keberhasilan suatu bangsa melalui indikator-indikator universal, contohnya masih banyaknya anak-anak gelandangan yang belum bisa menikmati pendidikan dengan layak, banyaknya masyarakat kelas bawah yang hidup di kolong-kolong jembatan, ataupun rumah-rumah semi permanen yang bisa digusur petugas tramtib kapanpun, serta masih benyaknya pengangguran, dan orang-orang dhuafa.
Apabila kita meninjau lebih jauh, yang menjadi permasalahan utama dalam kecarutmarutan yang terjadi adalah akibat kepemimpinan yang belum bisa menjadi pengarah, dan pendobrak suatu bangsa, serta moralitas bangsa yang buruk sehingga korupsi yang banyak terjadi sedikit demi sedikit akan meruntuhkan Negara. “Lantas yang menjadi pertanyaan adalah kepemimpinan seperti apa yang ideal? Dan siapa yang seharusnya memimpin Negara ini?” pertanyaan itu yang sering kali terbersit di benak kita setiap kali merenungi dan menyadari kondisi bangsa yang mungkin dapat dikatakan berada di ambang batas statis, atau bahkan kehancuran.
Sejarah mengatakan bahwa kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang berkharisma dan yang mampu menjadi tauladan bagi setiap pengikutnya, hal ini terbukti dapat menjadi pendobrak, ketika pada era kepemimpinan orang-orang yang paling berpengaruh di dunia seperti Nabi Muhammad SAW telah dapat membuat transformasi global yang merubah peradaban dunia dari kebodohan, dan kejahiliahan menuju peradaban yang mulia.
Di Indonesia sebuah peradaban kebangsaan dimulai oleh sebuah kesadaran akan kebutuhan yang terintegrasi dan sebuah penorehan tinta kebangkitan. Hal ini ditorehkan dalam sumpah pemuda yang merupakan sebuah momen penting dalam sejarah kebangkitan bangsa, dan telah mengungkap fakta-fakta bahwa nafas peradaban dan detak jantung keberlangsungan suatu bangsa terletak pada pundak para pemuda. Pemuda Indonesia yang mencetuskan sumpah pemuda dalam kongres pemuda dan tergabung dalam persatuan pemuda-pemudi Indonesia menjadi kunci utama dalam membuat sejarah yang luar biasa.
Realita yang terjadi saat ini pada pemuda adalah budaya yang semakin pragmatis dan rasa nasionalisme yang semakin luntur, hal ini terbukti dari semakin sedikitnya pemuda-pemuda yang menjiwai makna sumpah pemuda, terutama dilihat dari kuantitas minimnya upacara peringatan sumpah pemuda yang sering diadakan di kampus-kampus. Hal ini terjadi karena semakin terkikisnya identitas kebangsaan kita. Para pemuda lebih cenderung untuk meniru budaya-budaya asing yang jauh dari nilai-nilai nasionalisme, daripada berupaya untuk mempertahankan keutuhan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Padahal jika ditilik lebih jauh lagi sumpah pemuda harusnya bisa menjadi titik balik untuk merekonstruksi aspek-aspek kebangsaan kita, dari penghayatan nilai-nilai luhur dan makna yang terkandung dalam sumpah pemuda itu sendiri.
Oleh karena itu kita sebagai generasi muda hendaknya menyadari kondisi yang terjadi pada negara kita, bahwa negara kita masih membutuhkan curahan keringat dan pegorbanan para pemuda, sehingga akan muncul semangat untuk menciptakan peradaban yang lebih baik, dan mampu mengoptimalkan peran strategis pemuda dalam kebangkitan bangsa.
Untuk kebangkitan Indonesia…….
Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater……
Merdeka ……………..
-
Archives
- January 2010 (2)
- October 2009 (3)
- April 2009 (2)
- March 2009 (1)
- January 2009 (1)
- November 2008 (1)
- October 2008 (1)
- September 2008 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS